Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juli 2011

BERAPA BERAT AIR DI DALAM GELAS INI ????


BERAPA BERAT AIR DI DALAM GELAS INI ????

Seorang dosen, Steven Cove,  suatu saat datang membawa segelas air.  Dia bertanya kepada para mashasiswanya.  BERAPA BERAT AIR DI DALAM GELAS INI ?
Mahasiswa nya menjawab menurut pendapatnya masing – masing.

Namun kata dosen itu,”Jika saya mengangkat nya untuk  1 menit, namun jika saya mengangkatnya lebih dari 1 menit bahkan lebih dari 1 jam pasti sangat berat. Apalagi jika kita mengangkatnya selama 1 bulan saya akan membutuhkan ambulans untuk menolongn saya.”
Nah,  Memang yang terpenting adalah bukan BERAPA BERAT AIR DI DALAM GELAS INI ?, namun lebih pada BERAPA LAMA KITA MENGANGKAT GELAS ITU.
Yang diperlukan hanyalah MELETAKKAN GELAS ITU,  ketika kita sudah tidak sanggup mengangkatnya. Berhenti sejenak, Refresh dan kemudian ketika kekuatan sudah kembali terkumpul angkat kembali gelas tersebut.

Sebuah Renungan :

Demikian juga untuk BEBAN dalam hidup kita.
Tentu saja suatu saat kita mengalami beban yang berat, Letakkan dan angkat kembali untuk saat selanjutnya. Sebagai contoh mungkin pekerjaan – pekerjaan kita di kantor. Saat nya pulang, letakkan semua beban itu dan kerjakan kembali untuk hari esok.

Hidup ini terlalu singkat untuk disia – siakan, kerjakan segala sesuatu yang berarti dan tinggalkan beban yang tidak berguna. Karena Kebahagian tidak dapat dilihat dan disentuh. Namun hakiki kebahagian itu hanya dapat dirasakan dalam hati kita yang paling dalam.

@@@@@@@

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO IX


KERENDAHAN HATI.

Dalam sebuah artikel yang mengulas Sri Sultan Hamengku Bowono IX.

Suatu saat beliau sedang berjalan – jalan dengan mengendarai  jeep- nya. Pada saat itu beliau bertemu dengan seorang wanita pedagang  dengan barang bawaannya yang sangat banyak. Beliau berhenti, dan memberi tumpangan kepada wanita itu, mengantarnya menuju tempat tujuan di kota Yogyakarta. Beliau juga menolong wanita itu menurunkan barang bawaannya. Si wanita itu memberi sejumlah uang, namun beliau menolaknya. Dan selanjutnya pergi melanjutkan perjalanannya.  Si wanita menjadi marah. Namun setelah si wanita itu mengetahui bahwa orang yang sudah menolongnya tersebut adalah Raja – nya, wanita itu pingsan.

Tak heran rakyat Yogya sedemikian mengelu – elukan dan menghormati Raja mereka, Sri Sultan Hamengku Bowono IX karena kerendahan hatinya.

Dan Rasa Hormat terhadap seseorang tercipta bukan karena apapun, namun oleh karena kerendahan hati.

***************

Kamis, 14 Oktober 2010

KEKUATAN...Be Strong !!!!

Hakekat sebuah kekuatan. Adalah Kuat untuk menahan diri.
Adalah Kuat untuk mengendalikan diri.
Adalah Kuat untuk bertahan.
Dan Kuat untuk mengalahkan diri sendiri.

Sekalipun kita sangat ingin melawan...

Semarang, 14 Oktober 2010.
By. Diah Arumsasi.

PUZZLE

Dari permainan Ular Tangga kita belajar siap akan naik turunnya dinamika kehidupan.

Dari permainan 'Dakonan' kita belajar sabar, dengan berjalannya kecik.

Dari permainan 'Kartu Kuartet' kita belajar ikhlas memberi dan melepaskan.

Dari permainan 'Petak Umpet' kita belajar memiliki harapan akan sesuatu yang kita cari.

Dari permainan 'Bentik' kita belajar bersaing.

Dari permaian 'Titian Keseimbangan' kita belajar arti keseimbangan untuk berusaha tidak jatuh dalam kehidupan.

Dari permainan 'Rangka Telur' kita belajar melepaskan diri dari sebuah kesulitan dan belenggu.

Dari permainan 'Bola Kasti' kita belajar akan kebersamaan.

Tapi permainan tersulit untuk di selesaikan PUZZLE...
berserakan...
so small...
so complicated...

Hmm.... ??? OMG...
Tapi s'moga kita tidak dipermainkan dalam hidup.
Tapi s'moga kita tidak mempermainkan hidup orang lain.
Tapi s'moga kita bisa mengisi hidup kita dgn permainan yang sportif.
Karena Hakikat permainan bukan sekedar Just 4 Fun, melainkan bagaimana kita bisa mengahargai dan bekerjasama dengan orang lain.

By : Diah Arumsasi
Semarang, 14 Oktober 2010.

Rabu, 13 Oktober 2010

KTP

Sudah lama tidak datang di JAM DOA, bukan berarti tidak pernah berdoa lho..^-^
Namun terasa indah, bersama jeng Rita santi, berbagi dan saling mendukung dalam doa.
Sudah lama juga nih, kita tidak melakukannya bersama. Puji Tuhan untuk kesempatan indah ini.

Tapi satu hal yang sempat kami bagi, sebuah kesaksian ketika Jeng Rita ketika mengunjungi anggota gereja yang tergabung dalam PPA PUTRA MULYA - GBIK bersama Pak Budi, yaitu :
Betapa sulitnya keluarga-keluarga yang hidup berkekurangan dengan penghasilan yang minim, hanya dengan satu orang tua saja yang bekerja dan jumlah anak yang cukup banyak dan butuh nafkah dan pendidikan.

Ironisnya salah satu dari keluarga tersebut tidak memiliki uang untuk membayar denda KTP sebesar Rp 100.000,- bahkan harus berhutang untuk ini.

Satu hal, yang kami mengerti bersama... Banyak alasan untuk BERSYUKUR, ketika kita melihat kehidupan kita lebih baik dari orang lain. Ya kan jeng Rita...

Terimakasih Tuhan, Kuatkan iman saudara kami, ajar kami untuk bersyukur dan melihat betapa baiknya Engkau.

Rita Santi, sahabat dan saudaraku... Terimakasih buat "share" nya, saling menguatkan di dalam iman.
Wah, sayang kita belum pernah foto bersama ya...? kapan-kapan harus lho..! he..he.. ^-^

Dan akutulis catatan ini, buat "kita" dan juga berbagi berkat untuk sahabat-sahabat kita semua, untuk bisa memberi makna terhadap sebuah kata "SYUKUR"

"Betapa Indah Jam Doa, lepas beban dunia Fana...
Menghadap hadirat Tuhan, Isi kalbu ku curahkan..."


Semarang, 8 Juli 2010.
By : Diah Arumsasi.

BAPAK BUTA

Melepas kangen bersama sahabatku yang tersayang, mbakkyunda YUS..
Setelah hampir 2 minggu tidak bertemu karena liburan dan sibuk di kegiatannya masing-masing.
Mau berangkat naik SMASH-ku, e.. lupa bawa STNK, mau naik VARIO, kalau si mbak yang boncengin aku malah senam jantung lah.. yaw udah naik BIS aja, biar aman, santai sambil ngumpi...he..

Makasih ya mbak, walaupun bakso pak kumis sudah tidak tahu pindah kemana? Tadi kita mengitari Matahari Simpanglima kok ya gak ketemu akhirnya ya bakso Pucang Gading aja deh.. he..he..
Tapi merasakan naik bis DAMRI yang sejuk juga nee... he..untung Pulan Pergi tidak mabok...
Ya, rencana cari Vitamin A dan periksa Mata di sebuah OPTIC.^-^

Namun yang menarik, dipertigaan Lampu Traffic Light Pucang Gading Penggaronkita menanti angkot. Seorang bapak yang buta sedang salah alamat. Maksud hati ke Peterongan kok malah jauh sekali sampai Pucang Gading.

Dari seberang kita mengamati, hanya mengacungkan tangan sambil mengetok-ngetokkan tongkatnya minta tolong jika ada angkot tolonglah berhenti. Mungkin begitu maksudnya.
Dan ternyata, betul ada angkot hanya si angkot tidak mau berhenti. Terus melaju.

Serempak kami hanya berteriak "PETERONGAN" sambil berpandangan. Tanpa menghitung, kami hanya bergandengan, mencoba memberhentikan semua kendaraan, bis ataupun truk yang melaju untuk menyeberang menghampiri si bapak buta di seberang sana.
"Mbak yus, yang cegat si angkot sana. Aku yang gandeng si bapak." Kami langsung membagi tugas.
Huff, lega akhirnya si bapak buta dapat angkot.

Kami pulang dengan perasaan lega. Sambil bersyukur. Kita tidak buta, sehingga bisa menikmati indahnya dunia ciptaan Tuhan. Walaupun kadangkala saat kita berada di tengah kondisi yang tidak selalu cerah, bahkan mungkin di tengah kondisi yang terasa sama sekali terasa gelap. Terimakasih Tuhan. Terimakasih KAU berikan pengalaman istimewa ini. Terimakasih Mbak YUS, mbakyu sekaligus sahabatku...
Kapan-kapan jalan-jalan lagi ya..he..he..^-^

Semarang, 2 Juli 2010

PANTI JOMPO

Mendampingi siswa MOS ( Masa Orientasi Siswa ) melakukan aksi sosial ke Panti Jompo hari ini.
Bersama Bp. Hadi Purnomo dan Ibu. Tentrem Rahayu.
Saya berkata pada bu Tentrem," Bu, besok nek aku tua gimana ya?" Kuteruskan, Wah, nek seperti ini cream apapun dan bedak termahal dan terbaik kualitasnya pun tak diperlukan lagi. ( Sambil menyempatkan diri bercermin pada cermin yang ada ketika lewat...^-^ )
Tapi bu Tentrem justru menjawab, "Semoga kita tidak berada di Panti Jompo, tapi masih hidup dalam kelauarga kita pas kita tua nanti." ( Wah, aku jadi mikir juga nee..^-^ )
Semua sudah tua dan renta, namun gurat cantik mbah putri dan gurat tampan mbah kakung masih tampak.
Namun, ternyata menurut staff dari Panti mereka ada yang benar-benar sudah "Tergantung" kepada orang lain. Karena sakit atau usia yang lebih dari 80 tahun.

Namun belajar dari sana :
Kita akan menjadi tua kalau Tuhan mengijinkan dan memberi kita umur yang panjang

Maka sebagai Refleksi :
"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji"
( Amsal 31 : 30 )

Dan bagi yang masih muda ingatlah bahwa,
,karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu,
( Pengkhotbah 11: 10b- 12:1a )

Puji Tuhan, lagi dan lagi... untuk sebuah pembelajaran yang istimewa ini.
Terimakasih pula untuk Papa & Mama ku yang masih ada, dan di masa tuanya ini masih mendampingi kami Diah Arumsasi, Wening Estiati, Karmelita Setyani dan Maria Quartina Ediyati. Bahkan terus berkarya tanpa keluh kesah. Paling tidak demi cucu tersayang mereka. Ryan, Kika, dan Satriyo.
Tak kan pernah terbalas jasamu.

Let it be Our Inspiration
Semarang, 13 Juli 2010.
By : Diah Arumsasi.

SEBELUM CAHAYA

Setelah sulit tidur akhirnya ku tertidur juga..
Lumayan memperbaiki energi dan kesehatanku.
Sesaat kemudian terbangun dengan indah dan semangat baru saat terdengar lagu 'sebelum cahaya'. seperti syair lagunya... 'angin yang berhembus mesra kan membelaimu cinta'

o.. ternyata dari tape depan rumah krn persiapan lomba agustusan di rt..
namun setelahnya ku jadi berpikir melihat cara bapak-bapak yang berseru-seru memanggil semua warga rt yg sdikit terkesan kurang sopan.

BTW mungkin itu cara mereka. HAK mungkin. namun mungkin yg terlupa adalah banyak anak2 peserta lomba yg hadir melihat dan belajar walaupun sambil bersenang-senang.
Dan satu yg kupikirkan adalah KETELADANAN adalah hal terberat yg harus diberikan oleh para orang tua.

Amsal 22:6
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

EMAS

" Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses.

Terinspirasi dari seseorang yang memberiku sebuah artikel. Terimakasih Tikky Theodore.

Tapi kalimat di atas itulah yang paling menyentuh. Dan serta merta teringat pada tayangan di Trans TV, bagaimana seseorang harus berjuang dan berproses untuk menemukan sebuah emas.
Masuk kedalam pertambangan / sumur sedalam lebih dari 30 meter.
Saya tidak bisa memverbalkan secara sempurna ke dalam catatan saya ini.
Tapi saya bersyukur waktu itu bisa melihat tayangan ini.
Namun satu hal....
Dan terkadang apa yang diperoleh si penambang emas tidaklah sebanding dengan perjuangannya.
Dan ini dibuktikan dari cara hidupnya yang jauh dari kata sejahtera.
Justru yang terlihat kemilau pada akhirnya adalah si pemakai perhiasan emas dan keglamourannya.
Dan si empunya Toko Emas yang meraup keuntungan besar dari perdagangan emas yang dilakukannya.

Ironis bukan?

Namun itulah kenyataan hidup dari si penambang emas.
Tapi mengapa itu semua dilakukannya?
Hanya yang menjalaninya saja yang tahu jawaban ini semua.

Namun sebuah pertanyaan mengusik saya,
BERHARGA MANAKAH EMAS atau SI PENAMBANG EMAS tersebut?

Semarang, 3 Agustus 2010
By : Diah Arumsasi
Let it be our inspiration.

MELARIKAN DIRI

(10)Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.
(11)Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai istrinya : "Memang aku tahu bahwa engkau adalah seorang yang perempuan yang cantik parasnya.
(12) Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata : Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
(13) Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau."
(14) Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik,
(15 ) dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu di bawa ke istananya.
(16) Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.
(17) Tetapi Tuhan menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu.
(18 ) Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kau perbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kauberitahukan, bahwa ia isterimu?
(19) Mengapa engkau katakan : dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi istriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!"
(20) Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untukk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan istrinya dan segala kepunyaannya.

Kita mengenal Abraham sebagai Bapa orang Beriman. namun disini kita melihat sisi lain dari sosok Abraham.
Abraham melarikan diri dari persoalan yang ada. Justru membawa Sara isterinya kepada kondisi yang sulit. ( ayat 12-13)
Namun pada ayat selanjutnya kita tahu Tuhan mengasihi Sara dan membebaskannya dari bahaya yang mengancamnya yaitu dari tangan Firaun. ( ayat 17 )

Beberapa hal :
1. Dalam peristiwa dan ujian ini Sara mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Abram dengan memenuhi permintaan Abram.
2. Dalam beberapa ujian mungkin kita memiliki peluang untuk kalah, Abram kalah terhadap ketakutan / ancaman yang berkecamuk dalam hatinya.
3. Jangan menempuh cara kita sendiri/ melarikan diri dari persoalan. Persoalan harus dihadapi apapun konsekuensinya.
4. Tetap tinggal serta Tuhan. Jika kita ingin menang terhadap Ujian Iman dan persoalan hidup.

(Kejadian 12 : 10-20)
ABRAM di MESIR.

Ya Tuhan, mohon TINGGAL SERTAku... Tiap Hari, Tiap Jam yang kulalui. Amien.
By : Diah Arumsasi
9 Agustus 2010

MENTIK WANGI

Pulang sekolah, jemput ryan kika dan selesai menjalani Terapi ku yg kedua.
Sambil FB an.. he..he.. aku menanak nasi. lauk pendamping ada deh.. tinggal menyiapkan.
hmmmmm.....
bau harum sdh menggelitik hidungku.
dan... tut,tut,tut. alarm berbunyi. matang sdh.
namun...
inilah yg menarik.
dari beras yg tersaji utk dijual di toko-toko sepintas semua sama. harga dan merk saja yg kemudian membedakan.
tapi this is the point.
ternyata MENTIK WANGI memiliki ciri harum.
mgkin itulah si beras diberi nama MENTIK WANGI. nama yg tepat.

gambaran utk kita, sbg manusia kita sama. namun kalau kita mau interopeksi sbnrnya kita memiliki ciri.
sudahkah kita menemukannya? bahkan bisa memberi manfaat bagi sekitar kita?

dan.. bersyukur krn bisa menikmati rejekiMU ya Tuhan melalui beras yang bisa kami nikmati bersama keluarga.

By. Diah Arumsasi
Semarang,
20 Agustus 2010

PYARRR....

Pyaarrr...

Gelas yang kupegang pecah.
Padahal gelas kesayangan, bukan sekedar karena bentuknya.
Namun bagaimana gelas itu kuperoleh. Dan hanya satu-satunya.
Gelas "SUSTAGEN" hadiah dari produk susu yang dikonsumsi Ryan sejak balita.
So, umur gelas itu kurang lebih 6 tahun.

Padahal sesaat sebelumnya, aku berpikir :
Ingin kubeli gelas yang serupa itu.
Aneh ???
Jangan-jangan si gelas merasakan maksud hati ku.. hiii..
( De ja Vu, ataukah Firasat , entahlah...)

Pyarrr...

Kenyataannya tidak bisa dihindari.
Haruskah ku menyesal?
Ya,  ku menyesal karena kurang hati-hati
Ya,  ku menyesal karena itu gelas kesayangan
Ya,  ku menyesal karena gelas itu hilang dan menjadi penghuni tong sampah.

Pyarrr... berserakan.

Gelas itu kini beling kaca yang berserakan.
Tajam dan melukai.
Termasuk anggota keluarga yang terkasih jika terkena serpihan kaca itu.

Dan dengan menyesal saja, serpihan beling kaca itu kan tetap berserakan.

Yang diperlukan hanyalah :
Rendahkan tubuh kita, dan mulai lah.
Lakukan :
1. Pengorbanan untuk membersihkan beling kaca yang berserakan,
Karena jari-jari ku harus meraba permukaan lantai untuk merasakan serpihan kaca tersebut.
Sebagian serpihan teramat kecil, namun kadang menyakitkan jikalau tak hati-hati.
Sapu memang cepat, namun tidak mampu menjangkau serpihan yang terkecil.
2. Ujian kesabaran untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
3. Fokus dan kehati-hatian untuk meyakinkan tidak ada sisa dari serpihan yang berserakan.

Pyarrr... berserakan...

namun akan tetap berserakan,
ketika tak ada pengorbanan untuk merapikan serakannya.


Semarang, 24 agustus 2010
by : Diah Arumsasi.

DO..RE..MI..

+/- di tahun 1993, Ku kayuh sepeda ku, terkadang bejalan saja di sore hari
Dengan semangat,"jangan sampai terlambat ah." pikirku...

Lembar lirik symphoni sudah dibagi, denting keyboard atau petik gitar mulai mengalun.

Do..Re..Mi..Fa..Sol..La..Si..Do.. ( "Sol Mi sasi" mulai menolong kami untuk mengambil nafas sebelum kami mulai menyanyi )
Tentu dengan Not minir - nya. "Hitung not dan ketukan dengan jari bapak/ ibu dan saudara." demikian instruksi mu.
Harmonisasi Sopran, Alto, Tenor dan Bass.

Terkadang sangat menantang..sehingga tdk ingin berhenti menyanyi...dan ucap mu yang ku ingat,"Hebat, justru yang masih minta latihan yang batuk ini. Yuuk, sekali lagi."

Not, ketukan, birama dan nada yang sudah ku kenal, lebih kau asah dengan teknik memimpin pujian.
Sungguh sulit, namun lebih teramat sulit ketika giliranku yang harus memainkan keyboard dan engkau yang memimpin pujian.
Mata terasa  mau copot melihat dan mencoba apa yang kau coba komunikasikan melalui gerakan tanganmu, tidak sempat melihat tut-tut keyboard bahkan buku pujian...
 Untuk usiaku yang dulu masih SMA...

Rasanya baru kemarin ku melihat senyum mu dan tatapan mata yang tulus itu ketika bertemu di pesta pernikahan adik iparku.
Dengan bangga kau perkenalkan anak mu yang sudah dewasa juga.

Namun, hari ini...???


Hanya air mata dan bisik terimakasih terucap dalam hati...
"Terimakasih untuk Ilmu dalam bernyanyi dan memimpin pujian yang pernah kau tinggalkan,
serta beberapa lembar lirik symphoni yang telah kau ciptakan atau kau arransemen sendiri, selalu dipojok kertas kau tulis 'Pakne Puri'..
Engkau pemimpin pujian yang luar biasa dan unik dalam caramu memimpin sesuai sifatmu yang juga unik."

Satu lagu yang pernah kau ajarkan :

"Menopo Panjenengan wonten sisah,? ( Apakah saudara susah? )
Menopo panjenengan sakit? ( Apakah saudara sakit? )
Sumonggo sowan dumatheng gusti. ( Mari datang pada Tuhan )
Gusti Yesus tansah mitulungi. ( Tuhan Yesus selalu menolong )
Pitadhos mawon dateng Gusti Yesus ( percaya saja akan Tuhan Yesus )
Allah ingkang moho Kwaos ( Allah yang maha kuasa )
Pitadhos mawon dateng Gusti Yesus ( Percaya saja akan Tuhan Yesus )
Allah ingkang moho Kwaos. ( Allah yang maha kuasa )

Dan, hari ini... Guru ku yang luar biasa akan memuji Tuhan bersama Malaikat di Surga.
Selamat jalan,...Bapak Thomas Haryanto...( 29 Agustus 2010 )

Inspirasi :

KEMATIAN bukanlah hal terpenting untuk kita pikirkan melainkan KEHIDUPAN sebelum kita mati itulah yang terpenting.
Sehingga ... Apakah kehidupan kita memberikan ARTI sebelum kematian kita, bagi sesama dan orang-orang yang kita kasihi.?


Terimakasih sudah kulalui hari ini dengan penyertaanMu, Tuhan
Dan jika esok hari aku masih bernafas itu adalah MujizatMU.
Dan, Jadikanlah hidupku berarti dan mampu memberi arti. Amin.

Semarang, 29 agustus 2010.
By  : Diah Arumsasi.

Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meniggalkan nama.
?????

SIMSON

Simson KUAT, namun tidak menaruh HORMAT kepada Tuhan.
Sifatnya :
1. Mengabaikan apa yg pengajaran dan didikan  ORTU
    ( Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik )
2. Kekanak-kanakan
3. Tidak bisa mengendalikan diri dan hawa nafsu

Akhir hidupnya tragis.
Maka jika kita memiliki sebuah Kekuatan dan Karunia, bahkan menjadi orang "Terpilih"
Hormati Tuhan.
Karena dari DIAlah segala kekuatan dan karunia pada manusia.

Mengingat akan-MU. Thanks my Lord.

Semarang, 24 September 2010
By. Diah Arumsasi.

Sumber Bacaan: - Keluaran 34 - Hakim-Hakim 13 – 16 - Matius 28 : 16 - 20

1.Keistimewaan Simson dan Syarat-syaratnyaBerbeda dengan hakim yang ditetapkan Allah atas bangsa Israel sebelumnya, Simson, anak Manoah dari keturunan Dan (Hakim 13:2), memiliki keistimewaan tersendiri. Selain kelahirannya telah dijanjikan dan diberitakan langsung oleh Allah (Hakim 13:3), kepadanya Allah memberikan kekuatan fisik ekstra yang memampukan Simson melakukan tindakan-tindakan luar biasa, seperti mengalahkan singa muda yang ganas dan menghadapi orang-orang Filistin yang berniat buruk padanya.Untuk semuanya itu, Allah mewanti-wanti agar Manoah dan istrinya menjaga diri mereka dan Simson dari segala kecemaran, segala hal atau benda yang merusak jamani dan rohani (Hakim 13:4-5; 13-4).

2. Keinginan DagingBertambah dewasa, perilaku dan kehidupan Simson terasa kurang terpuji. Ia tidak mampu menjaga diri dari keinginan. Penulis kitab Hakim-Hakim memang tidak menjelaskan hal ini. Meskipun demikian terlihat bergaul dengan perempuan sundal, mengambil istri dari gadis Timna, dan bermain api dengan Delila sebenarnya sangat memukul Allah. Jauh-jauh hari, melalui hamba-Nya Musa Allah melarang bangsa Israel mengambil istri dari bangsa lain (Keluaran 34:15-16) dan jangan berzina karena hanya membawa petaka bagi mereka (Keluaran 34:15-16). Namun Allah ternyata penuh kasih. Dibiarkannya Simson memperturutkan keinginannya.

3. Awal Kekalahan SimsonKelemahan Simson yang terlalu memperturutkan keinginannya, terutama terhadap wanita benar-benar disadari dan dimanfaatkan musuh-musuhnya. Serangkaian rencana jahat disusun dan terlaksana dengan mulus berkat kecantikan dan kepandaian merayu Delila. Perikop Simson dan Delilah dalam Hakim 16:6-19 merinci secara jelas betapa licinnya perempuan asal Lembah Sorek tersebut menangani Simson. Dengan gaya merajuk, ditingkahi oleh tangisan palsu Delila terus mendesak Simson. Karena telah dibutakan keinginannya sendiri, Simson tidak tahu ada niat buruk mengancamnya. Tak kuasa melihat Delila murung, tanpa beban dari bibir Simson keluar rahasia penyertaan Allah dalam dirinya. Delilah tersenyum penuh kemenangan.

4. Simson Terlena; Allah MeninggalkannyaSimson yang malang telah melupakan Allah dan keselamatan bangsanya. Daya tarik Delila dan keinginannya membuat ia melupakan tujuan Allah memilih dia. Simson yang malang telah ditinggalkan Allah seiring dengan terlenanya ia dalam belaian lembut jemari Delila. Tertidur pulas dipangkuannya .

5. Kesombongan Diri Setelah ditinggalSegera Delila melancarkan aksinya. Orang Filistin datang menyergap. Delilah berteriak dan Simson pun terjaga. Ia masih sempat menyombongkan diri akan kekuatannya. Namun hanya sebentar. Ia harus menanggung akibat kecerobohannya. Dihadapan Delila Simson tak berkutik ketika orang-orang Filistin membawanya paksa untuk dihakimi.

Dalam kisah Simson ini Allah meninggalkan Simson bukan dengan mengangkat nafas kehidupannya. Dalam pandangan saya, lebih pada Dia mengangkat segenap berkat, kekuatan, kuasa jasmani dan rohani, kepercayaan diri dari Simson. Latar belakangnya pun sudah jelas dipaparkan. Seandainya Allah tidak melakukannya, saya yakin bangsa Israel akan dimusnahkan Simson. Mengapa? Di bawah hasutan bangsa Filistin dengan perantaraan Delila, Simson dapat berbuat kasar dan anarkis pada bangsanya sendiri.

Di sisi lain Allah ingin memperlihatkan bukti kembali bagaimana bila manusia yang sudah merasa hebat; melupakan kepercayaan Allah, tiba-tiba kehilangan kuasa Tuhan. Manusia tak bedanya dengan mayat hidup, seolah-oleh bergerak namun sudah tak bernilai lagi. Itu sebabnya orang-orang Filistin begitu berani mencaci-maki Simson karena mereka tahu Allah yang menggerakkan Simson telah meninggalkannya. Hal lain kita temukan adalah timbulnya penyesalan dan kesia-siaan, setelah mengetahui apa yang diterimanya tidak sebanding dan seindah yang dipikirkan. Keputusan-keputusan buruk yang menghasilkan kepuasaan dan pemecahan masalah tanpa berkonsultasi dengan Allah ternyata berakibat sangat fatal. Di luar kesanggupan diri untuk menanggungnya. Bukan hanya diri sendiri yang merasakannya, namun dampaknya pun akan terasa pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Barangkali orang –orang percaya termasuk saya enggan mendengar dan merasakan Roh Allah meninggalkannya. Sangat langka bahkan nyaris tidak ada kesaksian orang yang ditinggalkan, baik di gereja maupun dalam kelompok. Semuanya berbicara mengenai berkat dan kuasa Allah. Kita orang percaya kerap dikuatkan bahwa Allah menyertai kita. Allah Immanuel. Bahkan Yesus sendiri mengatakan bahwa Ia akan menyertai hingga akhir zaman (Matius 28:20). Untuk itu kita berkata Ya dan Amin.

Lantas untuk apa penulis kitab Hakim-Hakim menyampaikannya? Apa manfaatnya bagi pembaca? Saya pribadi yang sudah merasakannya berkesimpulan bahwa hal tersebut dapat terjadi pada setiap manusia. Pada Simson sebagai hakim (gambaran pemimpin gereja dan yang mengaku hamba Allah) dan pada bangsa Israel yang dipimpinnya (gambaran jemaat gereja). Karena akibatnya begitu fatal, diingatkan pada manusia mendatang (kita sekarang) agar tidak bermain-main dengan kepercayaan yang diberikan Allah.

Dalam wawancara dengan Radio BBC menjelang Natal 2001 lalu, penyanyi pop, gospel, dan worship dunia, Amy Grant mengatakan, “Karunia terbesar dalam kehidupan saya adalah penyertaan Roh Allah. Ketika Ia pergi, saya telah kehilangan segala-galanya. Saya menjadi tidak berguna dimata Tuhan dan sesama.”

Pertanyaan yang ditinggalkan: Adakah manusia di muka bumi ini sanggup menanggungnya? 

Dalam cerita Simson diceritakan bahwa dia merubuhkan sebuah kuil. Apakah para ahli arkeologi telah mengemukakan informasi yang berhubungan dengan cerita ini?

This article is also available in English: Sampson and the Philistines: Did it really happen? English Answer…
Titik balik yang sangat berarti dalam peperangan Israel melawan Filistin adalah kematian Simson. Dia ditangkap melalui pengkhianatan Delila. Orang-orang Filistin mencungkil matanya dan membawanya ke Gaza, salah satu kota besar mereka. Di sana mereka menyuruhnya menggiling biji-bijian di penjara. Kita tahu dari penemuan arkeologi bahwa penjara seperti itu pada dasarnya adalah rumah penggilingan. Di rumah-rumah biasa, pekerjaan ini biasa dilakukan oleh para wanita. Para bangsawan birokrasi membangun rumah penggilingan untuk menghasilkan biji-bijian bagi para kaum elit. Di tempat inilah para budak dan narapidana diperkerjakan. Peralatannya adalah batu penggiling yang sederhana. Simson melewatkan hari-harinya duduk di atas tanah menggiling biji-bijian dengan alu yang digosok-gosokkan maju mundur dalam lesung di atas pangkuannya.
Pada suatu hari para pemimpin Filistin mengadakan upacara keagamaan untuk merayakan kemenangan mereka atas para musuhnya. Mereka membawa Simson ke kuil tempat mereka berkumpul, sehingga ia dapat menghibur mereka. Begitu tiba di dalam kuil, Simson meminta anak yang menuntunnya untuk menunjukkan kepadanya di mana letak tiang-tiang penyangga, sehingga dia dapat bersandar. "Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya. Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya." (Hakim-hakim 16:29-30).
Dengan satu kejadian, Simson menghilangkan seluruh kepemimpinan Filistin. Ini merupakan kemunduran besar dalam konflik mereka dengan Israel. Hal itu merupakan suatu titik balik. Sejak saat itu, orang Israel mulai memperoleh kemenangan. Tetapi apakah peristiwa itu benar terjadi? Dapatkah satu orang merubuhkan seluruh kuil sendirian? Arkeologi telah memberi kita jawaban yang menakjubkan.

Dua batu tiang penyangga di kuil Filistin di Tel Qasile, Israel
Dua kuil Filistin telah ditemukan oleh para ahli arkeologi. Satu di Tel Qasile, di utara Tel Aviv, dan satu di Tel Miqne, Ekron kuno, 21 mil di selatan Tel Aviv. Kedua kuil mempunyai desain yang unik—atapnya disangga oleh dua tiang penyangga tengah! Tiang penyangganya terbuat dari kayu dan berdiri di atas alas batu. Dengan tiang-tiang yang berjarak enam kaki, seorang yang kuat dapat melepaskan tiang tersebut dari alas batunya dan menyebabkan seluruh atap runtuh. Penemuan arkeologi ini sangat cocok dengan cerita Kitab Suci.
Walaupun Simson mempunyai kelemahan, dia adalah orang pilihan Tuhan dan terdaftar dalam Perjanjian Baru sebagai seorang "yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, … telah beroleh kekuatan dalam kelemahan" (Ibrani 11:32-34)
Dianjurkan sebagai Bacaan Lanjutan: Wood, Bryant G. 1974. "Samson and the House of Dagon", Bible and Spade, pp. 50-54. (available from the Associates for Biblical Research)


DARAH

Seorang Bapak separuh baya, sesaat setelah terluka bertanya kepada Dokter, "Ada apa dengan saya, Dokter?"
Sambil terus merawat dokter berkata,"Oh, Bapak pendarahan. Cukup banyak darah keluar dari tubuh Bapak."
Si Pasien bertanya kembali,"Darah itu bentuknya seperti apa, Dokter?"
Pak Dokter menjawab, "Darah itu bentuknya cairan." sambil Pak Dokter terus merawat si Pasien dengan sabar.
Tanya si Pasien kembali, "Darah itu warna nya apa?"
Pak Dokter menjawab, "Darah itu warnanya merah."
"Merah??? Seperti apa ya merah itu, Dokter?"

Karena si Pasien adalah seorang yang buta. Tak pernah Dia mengenal warna, apalgi melihat dunia dan keindahannya yang kadang semu.
Hanya, syukuri anugrah terindah yang pernah kita kecap.
Itu karunia dan Cinta Tuhan.
Jika kita merasa hidup kita tidak indah, ingatlah orang-orang yang sama sekali tidak pernah melihat keindahan itu.

JANGAN MENYERAH... ( Dan ku ingat D'MASSIVE, Jangan Menyerah...^-^ )

Hmmm,, Just to remind and inspiring us. Actually, How beautiful our life is.!

Diah Arumsasi.
Semarang, 25 September 2010.

TANDA ????

Suatu saat berkunjung ke RS Ternama di Semarang. Kebetulan sedang diperbaiki. Tapi sdh minta maaf sih.. kan ada tulisan "Maaf mengganggu kenyamanan anda sementara sdg Renovasi"
Hmm.. it's ok. Tapi cukup membingungkan krn rute perjalanan ke kamar pasien jd berubah. Untuk sampai butuh perjuangan lebih. Namun satu hal yang tidak bisa diabaikan adalah... TANDA...
Selalu ikuti tanda yang berupa arah panah menuju ke ruang yang kita tuju. Lurus, Naik, Belok kiri, Belok kanan.. dst...
Alhasil tetap sampai wlpun jalannya lebih berliku.
Semakin bingung bahkan ketersesatan yang mungkin kita alami jika kita tidak patuhi arah panah atau tanda yang menolong kita memberi petunjuk sebuah jalan dan tujuan.

Demikianpun perjalanan hidup manusia yang berliku. S'moga kita sampai dengan selamat & berhasil mengatasi segala rintangan selama perjalanan karena mengikuti tandaNYA.

Sebuah Nyanyian...
Saat ku tak melihat jalanMU.
Saat ku tak mengerti rencanaMU.
Namun s'lalu ku pegang janjiMU.
Pengharapanku hanya padaMU.
Hatiku percaya...
Hatiku percaya...
Hatiku percaya...
S'lalu ku percaya.

Semarang, 11 Oktober 2010.

By. Diah Arumsasi.

HAIRDRESSER

Nona masuk ke sebuah salon langganannya.
Menemui Hair Dresser terpercaya nya. Terjadilah sebuah dialog.

Nona           : Om, tolong rambut ini dibuat tipis saja.
Hairdresser  : Okey.
Nona           : Tapi panjang nya jangan dipotong ya..!
Hairdresser  : Wah, ya nggak bisa. Nanti kan jadi lucu model rambutnya. Sudah diam, percaya saja !
                                                      Nona           : O, gitu ya??? Ya sudah terserahlah.

Cut..cut..cut.. selesai deh, dan hasilnya .. hmm tak mengecewakan.

Renungan :

Kadang kita merasa paling tahu apa yang paling baik dan pantas bagi kita.
Namun Tuhan lebih tahu apa yang paling pantas dan layak untuk kita.
Hanya maukah kita diarahkan olehnya ???
Kuncinya hanyalah, mendengarkan nasehat dan patuhi perintahNYA, karena tak mungkin Bapa
merencanakan hal-hal yang tidak baik untuk anak-anaknya.

$$$$$$$$$

Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatanNya. ( Mazmur 25 : 10 )

Senin, 31 Mei 2010

KETENANGAN SESUNGGUHNYA


Konon, ada sebuah festival lukisan di mana akan dicari lukisan yang menggambarkan ketenangan.
Setelah melalui seleksi ketat, akhirnya hanya ada tiga lukisan yang masuk final.

Finalis pertama adalah lukisan yang menampilkan obyek lukisan bahari. Laut begitu tenang. Awan berarakan dengan tertib. Tak ada riak ombak secuilpun dalam lukisan itu. Dan seorang bocah kecil sedang tidur di dahan pohon di tepi pantai. Tampak pulas.

Finalis kedua adalah lukisan yang menggambarkan flora dan fauna. Pohon beringin yang begitu rindang, dan terlihat beberapa ekor burung bertengger di dahan. Di kaki pohon sesekor kambing sedang menggesek tubuhnya yang gatal. Beberapa ekor ayam mengais ulat tak jauh dari pohon itu. Begitu tenang, menyenangkan.

Namun lukisan ketiga sunngguh bertolak belakang. Digambarkan angin badai yang dahsyat menyapu lautan sampai ke tepian pantai. Kabut kelam bergelantung di kaki langit. Gelombang tinggi menghempaskan apa saja yang dilaluinya. Kengerian begitu nyata dalam lukisan ini. Tetapi ada satu sub obyek penentu kemenangan. Terlukislah sebuah batu karang. Pada batu karang ini ada celah yang di dalamnya bertengger seekor burung yang sedang berlindung dari amukan badai nan dahsyat itu. Batu karang perlindungan. Dalam suasana yang seperti itu, nilai ketenangan menjadi dominan. Batu karang itu memberikan Perlindungan dan ketenagan pada burung itu.

Dan pemenangnya adalah lukisan ketiga.

Yesus adalah Batu Karang Yang Teguh. Pemazmur mngungkap rahasia ketenangan hidup, yakni kedekatan dengan Allah. itulah kuncinya. Pemazmur mengungkapkan kebenaran ini ( Mazmur 62:2) Matius juga memberikan pernyataan yang serupa. (Matius 11:28-30 )

HANYA DEKAT ALLAH SAJA AKU TENANG, DARIPADA-NYA LAH KESELAMATANKU
( MAZMUR 62:2 )
Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dn beban-Ku pun ringan. (Matius 11:28-30)
( Renungan Harian Perempuan )

5 Maret 2010

"Disaat badai bergelora ku akan Tenang bersamaMU.
Kau Allah Raja atas semesta Ku tenang s'bab Kau Allahku". (TENANG )

KAOS KAKI

Pagi ini akan kerja. Kucari kaos kakiku. Tapi hanya satu. Duh.. Kupakai kaos kaki lainnya..
Siang pulag sekolah, kulihat kaos kaki itu di jalan. Mungkin jatuh dari kantong jaketku. Kuminta anakku Ryan mengambilnya. Sambil protes dia berkata,'Ma, kaos kakinya sudah kotor sekali. Ndak usah diambil saja.' tapi kujawab,'Puji Tuhan ketemu walapun kotor. Nanti dicuci. Jadi yg di rumah bisa dipakai lagi.'
(Hari ini Belajar dan mengajarkan arti kehilangan, memiliki, saling melengkapi dan sesuatu yang tidak mungkin terjadi ternyata mungkin)

@@@@@@

LILIN KECIL

LILIN KECIL



Siapa yang tidak mengenal lagu ini ? Dipopulerkan Oleh Alm. Chrisye dengan suaranya yang khas.

Oh...
Manakala mentari tua
Lelah berpijar
Oh...
Manakala bulan nan genit
Enggan tersenyum
Berkerut kerut tiada berseri
Tersendat-sendat merayap dalam kegelapan
Hitam kini hitam nanti
Gelap kini akankah berganti

Chorus :
Engkau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi
Seberkas cahaya
Engkau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat
Seisi dunia

Saat gelap, tanpa penerangan sebuah lilin kecil mampu memijarkan cahayanya.
Memberikan terang dalam kegelapan.
Namun, tahukah kita ketika lilin itu mampu memberikan secercah sinar terang atau pijar bahkan mampu memberikan harapan , lilin tersebut mengalami sebuah PROSES yang tidak mudah dan tidak menyenangkan. Panas dan meleleh, bahkan habis sudah semuanya.
Namun terkadang kita tidak bisa merasakan bagaimana lilin tersebut mampu meberikan manfaat bagi kita.
Demikian kehidupan kita, diibaratkan lilin kecil tersebut.
Mungkin pada suatu saat kita berada dalam sisi gelap kehidupan kita. Tersesat, tak tahu arah bahkan seakan-akan tak memiliki tujuan. Sedang bergumul dengan masalah yang tak kunjung usai tanpa solusi.
Ketika kita mau dipulihkan berproseslah kita seperti lilin tersebut, panas, meleleh artinya mengalami sakit yang luar biasa. Namun cahaya terang yang ada tetap bisa menembus kegelapan yang ada, sehingga pada akhirnya kita masih bisa berjalan kembali walaupun dalam kegelapan. Bahkan lebih bersyukur jika kita mampu memberikan manfaat dan menjadi pancaran berkat bagi orang lain.

Seperti sebuah Nats dalam Alkitab:
Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yohanes 8:12)
Bacaan : 1 Yohanes 2:7-11

Inilah Doa ku :
Sehingga ketika kehidupan ku suatu masa terasa gelap sanggupkan aku untuk berproses seperti lilin dan tetap memperoleh terang hidup seperti yang Engkau janjikan Tuhan. Amin

@@@@@@

Semarang, 31 Mei 2010
By : Diah Arumsasi