1. Pendekatan berdasarkan pada pemrosesan informasi yang baru. ( Kagan, Kolb, Honey & Mumford, Gregorc, Butler, McCarthy )
2. Pendekatan berdasarkan pada kepribadian, menentukan tipe karakter yang berbeda ( Myer-Briggs, Lawrence, Keirsey & Bates, Simon & Byram, Singer – Loomis, Grey – Wheelright, Holland, Geering )
3. Pendekatan berdasarkan pada modalitas sensori ( Bandler & Grinder, Messick )
4. Pendekatan berdasarkan pada lingkungan, mennetukan respons yang berbeda terhadap kondisi fisik, psikologis, social dan instruksional. ( Witkin, Eison, Canfield )
5. Pendekatan berdasarkan pada interaksi social, menentukan cara yang berbeda dalam berhubungan dengan orang lain. ( Grasha – Reichman, Perry, Mann, Furmann – Jacobs, Merrill )
6. Pendekatan berdasarkan pada kecerdasan, menentukan bakat yang berbeda. ( Gardner, Handy )
7. Pendekatan berdasarkan pada wilayah otak, mennetukan dominasi relative dari berbagai bagian otak, misalnya otak kiri dan otak kanan. ( Sperry, Bogen, Edwards, Herman )
Gaya Belajar setiap orang merupakan kombinasi dari semua lima kategori ini :
1. Lingkungan : suara, cahaya, temperature, desain
2. Emosi : motivasi, keuletan, tanggung jawab, struktur
3. Sosiologi : sendiri, berpasangan, kelompok, tim, dewasa, bervariasi.
4. Fisik : cara pandang, pemasukan, waktu, monilitas
5. Psikologis : global/ analitis, otak kiri – otak kanan, implusif/ reflektif.
Semua gaya belajar di atas mempunyai kelebihan dan keunggulan masing – masing.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
Jumat, 15 Oktober 2010
Mengapa menggunakan PORTOFOLIO ?
Mengapa menggunakan PORTOFOLIO ?
Portofolio, bukan sekedar alat untuk memberikan penilaian terhadap murid tetapi lebih tepat disebut sebagai alat pengujian proses pembelajaran.
Keuntungan penggunaan portofolio dalam teknik pengujian :
1. Meberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan hasil pembelajaran melalui suatu produk/ tugas yang dikerjakan dengan lengkap dan menyeluruh.
2. Memberikan peluang pada orang tua murid untuk bisa melihat dan menilai perkembangan dan kemajuan anak.
3. Membuat guru lebih mengenal kekuatan dan kekurangan murid.
4. Mendorong terjadinya komunikasi yang bersifat pribadi ( tatap muka ) antara guru dan masing – masing murid.
5. Guru mampu mengembangkan satu gambaran yang lebih lengkap dan utuh mengenai kesenjangan pencapaian prestasi di antara setiap murid, pada akhir sesi pelajaran.
6. Mengembangkan dan meningkatkan kesdaran guru dan murid. Murid mengembangkan kesadaran mengenai gaya belajar dan preferensi mereka sedangkan guru mampu memperkirakan kebutuhan dan keinginan dari setiap muridnya.
7. Mendorong pengembangan strategi berpikir pada level yang lebih tinggi sepereti melakukan analisis, sintesis, dan evaluasi.
8. Proses pembelajaran menempati posisi yang sama penting dan sama berharga dibandingkan dengan hasil akhir yang ingin dicapai.
Karakterisitik Portofolio yang baik :
1. Banyak Sumber
2. Otentik
3. Dinamis
4. Tujuan yang jelas
5. Terpadu
6. Tanggung jawab
7. Banyak Tujuan
Agar bisa berhasil dengan baik, system portofolio harus mempunyai lima elemen penting berikut ini :
1. Akses murid
2. Rasa memiliki
3. Hal yang relevan
4. Pengaturan
5. Kesempatan Berbagi.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
Portofolio, bukan sekedar alat untuk memberikan penilaian terhadap murid tetapi lebih tepat disebut sebagai alat pengujian proses pembelajaran.
Keuntungan penggunaan portofolio dalam teknik pengujian :
1. Meberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan hasil pembelajaran melalui suatu produk/ tugas yang dikerjakan dengan lengkap dan menyeluruh.
2. Memberikan peluang pada orang tua murid untuk bisa melihat dan menilai perkembangan dan kemajuan anak.
3. Membuat guru lebih mengenal kekuatan dan kekurangan murid.
4. Mendorong terjadinya komunikasi yang bersifat pribadi ( tatap muka ) antara guru dan masing – masing murid.
5. Guru mampu mengembangkan satu gambaran yang lebih lengkap dan utuh mengenai kesenjangan pencapaian prestasi di antara setiap murid, pada akhir sesi pelajaran.
6. Mengembangkan dan meningkatkan kesdaran guru dan murid. Murid mengembangkan kesadaran mengenai gaya belajar dan preferensi mereka sedangkan guru mampu memperkirakan kebutuhan dan keinginan dari setiap muridnya.
7. Mendorong pengembangan strategi berpikir pada level yang lebih tinggi sepereti melakukan analisis, sintesis, dan evaluasi.
8. Proses pembelajaran menempati posisi yang sama penting dan sama berharga dibandingkan dengan hasil akhir yang ingin dicapai.
Karakterisitik Portofolio yang baik :
1. Banyak Sumber
2. Otentik
3. Dinamis
4. Tujuan yang jelas
5. Terpadu
6. Tanggung jawab
7. Banyak Tujuan
Agar bisa berhasil dengan baik, system portofolio harus mempunyai lima elemen penting berikut ini :
1. Akses murid
2. Rasa memiliki
3. Hal yang relevan
4. Pengaturan
5. Kesempatan Berbagi.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
Taksonomi Bloom
Taksonomi Bloom
1. Pengetahuan :
Ingatan tentang materi atau bahan yang sudah pernah dipelajari.
2. Pengertian :
Kemampuan untuk menangkap arti dari suatu materi atau informasi yang dipelajari.
3. Aplikasi :
Kemampuan menggunakan atau menerapkan materi atau informasi yang telah dipelajari ke dalam suatu keadaan baru dan konkret dengan hanya mendapat sedikit pengarahan.
4. Analisis :
Kemampuan untuk memecah atau me nguraikan suatu informasi atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami.
5. Sintesis :
Kemampuan untuk menyatukan bagian-bagian atau komponen menjadi suatu bentuk yang lengkap dan unik.
6. Evaluasi :
Berhubungan dengan kemampuan untukmennetukan nilai suatu materi ( menilai suatu pernyataan, laporan, cerita, dll ) untuk tujuan tertentu.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
1. Pengetahuan :
Ingatan tentang materi atau bahan yang sudah pernah dipelajari.
2. Pengertian :
Kemampuan untuk menangkap arti dari suatu materi atau informasi yang dipelajari.
3. Aplikasi :
Kemampuan menggunakan atau menerapkan materi atau informasi yang telah dipelajari ke dalam suatu keadaan baru dan konkret dengan hanya mendapat sedikit pengarahan.
4. Analisis :
Kemampuan untuk memecah atau me nguraikan suatu informasi atau informasi menjadi komponen-komponen yang lebih kecil sehingga lebih mudah dipahami.
5. Sintesis :
Kemampuan untuk menyatukan bagian-bagian atau komponen menjadi suatu bentuk yang lengkap dan unik.
6. Evaluasi :
Berhubungan dengan kemampuan untukmennetukan nilai suatu materi ( menilai suatu pernyataan, laporan, cerita, dll ) untuk tujuan tertentu.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Proses Belajar secara Kolabolarasi atau Collaborative Learning
Proses Belajar secara Kolabolarasi atau Collaborative Learning
Proses Belajar secara Kolabolarasi atau Collaborative Learning dalam suatu kelompok, tetapi penekanannya lebih kepada suatu proses pembelajaran yang melibatkan proses komunikasi secara utuh dan adil dalam kelas.
Proses itu meliputi :
1. Bagaimana guru berkomunikasi dengan murid dalam kaitannya dengan informasi yang akan diajarkan dan bagaimana kriteria penilaian?
2. Bagaimana murid berkomunikasi dengan guru dan dengan murid lainya ?
3. Apakah komunikasi di kelas adalah komunikasi satu arah, dua arah, atau multi arah ?
4. Apakah komunikasi dalam bentuk tulisan, ucapan atau sentuhan dan peragaan ?
Ada lima elemen penting yang harus ada dalam suatu Colaborative Learning :
1. Interdependen yang positif ( perasaan kebersaman )
2. Interaksi face to face atau tatap muka yang saling mendukung ( saling membantu, saling menghargai, memberikan selamat dan merayakan sukses bersama )
3. Tanggung jawab individu dan kelompok ( demi keberhasilan pembelajarna )
4. Kemmapuan berkomunikasi antar pribadi dan komuniaksi dalam suatu kelompok kecil ( komunikasi, rasa percaya, kepemimpinan, pembuatan keputusan dan manajemen serta resolusi konflik )
5. Pemrosesan secara kelompok ( melakukan refleksi terhadap fungsi dan kemampuan mereka bekerja sama sebagai suatu kelompok dan bagaimana untuk mampu berprestasi lebih baik lagi )
Tiga hal berikut harus diperjhatikan dalam melakukan proses pembelajaran kooperatif dan kolaboratif secara efektif :
1. Pengelompokan yang dilakukan dengan menggunakan acuan level kemampuan harus dilakukan dengan hati – hati.
2. Jumlah anggota kelompok harus diusahakan sedikit.
3. Collaborative Learning harus diterapkan secara konsisten dan sistematik, tetapi tidak boleh digunakan secara berlebihan.
Plus dan Minus Collaborative Learning
Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh murid, antara lain :
1. Melatih rasa peduli, perhatian dan kerelaan untuk berbagi
2. Meningkatkan rasa penghargaan terhadap orang lain
3. Melatih kecerdasan emosional
4. Mengutamakan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
5. Mengasah kecerdasan interpersonal
6. Melatih kemampuan bekerjasama, team work.
7. Melatih kemampuan mendengarkan pendapat orang lain.
8. Manajemen konflik
9. Kemampuan berkomunikasi.
10. Murid tidak malu bertanya kepada temannya sendiri,
11. Kecepatan dan hasil belajar meningkat pesat.
12. Peningakatan daya ingat terhadap materi yang dipelajari.
13. Meningkatkan motivasi dan suasana belajar.
Sisi Negatif yang akan muncul dalam Collaborative Learning :
1. Murid yang lebih pintar, bila belum mengerti tujuan yang sesungguhnya dari proses ini, akan merasa sangat dirugikan karena harus repot – repot membantu temannya.
2. Murid lain juga akan merasa keberatan karena nilai yang ia peroleh ditentukan oleh prestasi atau pencapaian kelompoknya.
3. Bila kerjasama tidak dapat dijalankan dengan baik, maka yang akan bekerja hanyalah beberapa murid yang pintar dan aktif saja.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Proses Belajar secara Kolabolarasi atau Collaborative Learning dalam suatu kelompok, tetapi penekanannya lebih kepada suatu proses pembelajaran yang melibatkan proses komunikasi secara utuh dan adil dalam kelas.
Proses itu meliputi :
1. Bagaimana guru berkomunikasi dengan murid dalam kaitannya dengan informasi yang akan diajarkan dan bagaimana kriteria penilaian?
2. Bagaimana murid berkomunikasi dengan guru dan dengan murid lainya ?
3. Apakah komunikasi di kelas adalah komunikasi satu arah, dua arah, atau multi arah ?
4. Apakah komunikasi dalam bentuk tulisan, ucapan atau sentuhan dan peragaan ?
Ada lima elemen penting yang harus ada dalam suatu Colaborative Learning :
1. Interdependen yang positif ( perasaan kebersaman )
2. Interaksi face to face atau tatap muka yang saling mendukung ( saling membantu, saling menghargai, memberikan selamat dan merayakan sukses bersama )
3. Tanggung jawab individu dan kelompok ( demi keberhasilan pembelajarna )
4. Kemmapuan berkomunikasi antar pribadi dan komuniaksi dalam suatu kelompok kecil ( komunikasi, rasa percaya, kepemimpinan, pembuatan keputusan dan manajemen serta resolusi konflik )
5. Pemrosesan secara kelompok ( melakukan refleksi terhadap fungsi dan kemampuan mereka bekerja sama sebagai suatu kelompok dan bagaimana untuk mampu berprestasi lebih baik lagi )
Tiga hal berikut harus diperjhatikan dalam melakukan proses pembelajaran kooperatif dan kolaboratif secara efektif :
1. Pengelompokan yang dilakukan dengan menggunakan acuan level kemampuan harus dilakukan dengan hati – hati.
2. Jumlah anggota kelompok harus diusahakan sedikit.
3. Collaborative Learning harus diterapkan secara konsisten dan sistematik, tetapi tidak boleh digunakan secara berlebihan.
Plus dan Minus Collaborative Learning
Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan oleh murid, antara lain :
1. Melatih rasa peduli, perhatian dan kerelaan untuk berbagi
2. Meningkatkan rasa penghargaan terhadap orang lain
3. Melatih kecerdasan emosional
4. Mengutamakan kepentingan kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
5. Mengasah kecerdasan interpersonal
6. Melatih kemampuan bekerjasama, team work.
7. Melatih kemampuan mendengarkan pendapat orang lain.
8. Manajemen konflik
9. Kemampuan berkomunikasi.
10. Murid tidak malu bertanya kepada temannya sendiri,
11. Kecepatan dan hasil belajar meningkat pesat.
12. Peningakatan daya ingat terhadap materi yang dipelajari.
13. Meningkatkan motivasi dan suasana belajar.
Sisi Negatif yang akan muncul dalam Collaborative Learning :
1. Murid yang lebih pintar, bila belum mengerti tujuan yang sesungguhnya dari proses ini, akan merasa sangat dirugikan karena harus repot – repot membantu temannya.
2. Murid lain juga akan merasa keberatan karena nilai yang ia peroleh ditentukan oleh prestasi atau pencapaian kelompoknya.
3. Bila kerjasama tidak dapat dijalankan dengan baik, maka yang akan bekerja hanyalah beberapa murid yang pintar dan aktif saja.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
MENGAJAR DENGAN EFEKTIF
MENGAJAR DENGAN EFEKTIF.
Mengajar dengan efektif harus menghindari hal – hal sebagai berikut ketika menyampaikan materi pelajaran :
1. Berbicara terlalu cepat
2. Berbicara monoton dan tidak menarik
3. Berbicara terlalu pelan sehingga murid sulit mendengar, terutama yang duduk di deretan belakang.
4. Mengejek murid
5. Menjelek-jelekkan murid
6. Merendahkan kecerdasan murid
7. Banyak bicara tapi tak ada isinya.
8. Meras tahu segala hal
9. Tidak suka bila murid banyak bertanya
10. Penggunaan tata bahasa yang buruk
11. Menggunakan kata-kata yang terlalu tinggi
12. Berbicara tanpa persiapan baik
13. Kurang melakukan kontak mata
14. Kurang tegas dan terlalu bertele-tele
15. Mencatat apa yang sebenarnya ada di buku.
16. Mengulang materi yang telah dikuasai murid, kecuali untuk peninjauan ulang.
( Sumber : Genius Learning Strategy, Adi W. Gunawan )
Kamis, 14 Oktober 2010
PUZZLE
Dari permainan Ular Tangga kita belajar siap akan naik turunnya dinamika kehidupan.
Dari permainan 'Dakonan' kita belajar sabar, dengan berjalannya kecik.
Dari permainan 'Kartu Kuartet' kita belajar ikhlas memberi dan melepaskan.
Dari permainan 'Petak Umpet' kita belajar memiliki harapan akan sesuatu yang kita cari.
Dari permainan 'Bentik' kita belajar bersaing.
Dari permaian 'Titian Keseimbangan' kita belajar arti keseimbangan untuk berusaha tidak jatuh dalam kehidupan.
Dari permainan 'Rangka Telur' kita belajar melepaskan diri dari sebuah kesulitan dan belenggu.
Dari permainan 'Bola Kasti' kita belajar akan kebersamaan.
Tapi permainan tersulit untuk di selesaikan PUZZLE...
berserakan...
so small...
so complicated...
Hmm.... ??? OMG...
Tapi s'moga kita tidak dipermainkan dalam hidup.
Tapi s'moga kita tidak mempermainkan hidup orang lain.
Tapi s'moga kita bisa mengisi hidup kita dgn permainan yang sportif.
Karena Hakikat permainan bukan sekedar Just 4 Fun, melainkan bagaimana kita bisa mengahargai dan bekerjasama dengan orang lain.
By : Diah Arumsasi
Semarang, 14 Oktober 2010.
Dari permainan 'Dakonan' kita belajar sabar, dengan berjalannya kecik.
Dari permainan 'Kartu Kuartet' kita belajar ikhlas memberi dan melepaskan.
Dari permainan 'Petak Umpet' kita belajar memiliki harapan akan sesuatu yang kita cari.
Dari permainan 'Bentik' kita belajar bersaing.
Dari permaian 'Titian Keseimbangan' kita belajar arti keseimbangan untuk berusaha tidak jatuh dalam kehidupan.
Dari permainan 'Rangka Telur' kita belajar melepaskan diri dari sebuah kesulitan dan belenggu.
Dari permainan 'Bola Kasti' kita belajar akan kebersamaan.
Tapi permainan tersulit untuk di selesaikan PUZZLE...
berserakan...
so small...
so complicated...
Hmm.... ??? OMG...
Tapi s'moga kita tidak dipermainkan dalam hidup.
Tapi s'moga kita tidak mempermainkan hidup orang lain.
Tapi s'moga kita bisa mengisi hidup kita dgn permainan yang sportif.
Karena Hakikat permainan bukan sekedar Just 4 Fun, melainkan bagaimana kita bisa mengahargai dan bekerjasama dengan orang lain.
By : Diah Arumsasi
Semarang, 14 Oktober 2010.
Rabu, 13 Oktober 2010
KTP
Sudah lama tidak datang di JAM DOA, bukan berarti tidak pernah berdoa lho..^-^
Namun terasa indah, bersama jeng Rita santi, berbagi dan saling mendukung dalam doa.
Sudah lama juga nih, kita tidak melakukannya bersama. Puji Tuhan untuk kesempatan indah ini.
Tapi satu hal yang sempat kami bagi, sebuah kesaksian ketika Jeng Rita ketika mengunjungi anggota gereja yang tergabung dalam PPA PUTRA MULYA - GBIK bersama Pak Budi, yaitu :
Betapa sulitnya keluarga-keluarga yang hidup berkekurangan dengan penghasilan yang minim, hanya dengan satu orang tua saja yang bekerja dan jumlah anak yang cukup banyak dan butuh nafkah dan pendidikan.
Ironisnya salah satu dari keluarga tersebut tidak memiliki uang untuk membayar denda KTP sebesar Rp 100.000,- bahkan harus berhutang untuk ini.
Satu hal, yang kami mengerti bersama... Banyak alasan untuk BERSYUKUR, ketika kita melihat kehidupan kita lebih baik dari orang lain. Ya kan jeng Rita...
Terimakasih Tuhan, Kuatkan iman saudara kami, ajar kami untuk bersyukur dan melihat betapa baiknya Engkau.
Rita Santi, sahabat dan saudaraku... Terimakasih buat "share" nya, saling menguatkan di dalam iman.
Wah, sayang kita belum pernah foto bersama ya...? kapan-kapan harus lho..! he..he.. ^-^
Dan akutulis catatan ini, buat "kita" dan juga berbagi berkat untuk sahabat-sahabat kita semua, untuk bisa memberi makna terhadap sebuah kata "SYUKUR"
"Betapa Indah Jam Doa, lepas beban dunia Fana...
Menghadap hadirat Tuhan, Isi kalbu ku curahkan..."
Semarang, 8 Juli 2010.
By : Diah Arumsasi.
Namun terasa indah, bersama jeng Rita santi, berbagi dan saling mendukung dalam doa.
Sudah lama juga nih, kita tidak melakukannya bersama. Puji Tuhan untuk kesempatan indah ini.
Tapi satu hal yang sempat kami bagi, sebuah kesaksian ketika Jeng Rita ketika mengunjungi anggota gereja yang tergabung dalam PPA PUTRA MULYA - GBIK bersama Pak Budi, yaitu :
Betapa sulitnya keluarga-keluarga yang hidup berkekurangan dengan penghasilan yang minim, hanya dengan satu orang tua saja yang bekerja dan jumlah anak yang cukup banyak dan butuh nafkah dan pendidikan.
Ironisnya salah satu dari keluarga tersebut tidak memiliki uang untuk membayar denda KTP sebesar Rp 100.000,- bahkan harus berhutang untuk ini.
Satu hal, yang kami mengerti bersama... Banyak alasan untuk BERSYUKUR, ketika kita melihat kehidupan kita lebih baik dari orang lain. Ya kan jeng Rita...
Terimakasih Tuhan, Kuatkan iman saudara kami, ajar kami untuk bersyukur dan melihat betapa baiknya Engkau.
Rita Santi, sahabat dan saudaraku... Terimakasih buat "share" nya, saling menguatkan di dalam iman.
Wah, sayang kita belum pernah foto bersama ya...? kapan-kapan harus lho..! he..he.. ^-^
Dan akutulis catatan ini, buat "kita" dan juga berbagi berkat untuk sahabat-sahabat kita semua, untuk bisa memberi makna terhadap sebuah kata "SYUKUR"
"Betapa Indah Jam Doa, lepas beban dunia Fana...
Menghadap hadirat Tuhan, Isi kalbu ku curahkan..."
Semarang, 8 Juli 2010.
By : Diah Arumsasi.
BAPAK BUTA
Melepas kangen bersama sahabatku yang tersayang, mbakkyunda YUS..
Setelah hampir 2 minggu tidak bertemu karena liburan dan sibuk di kegiatannya masing-masing.
Mau berangkat naik SMASH-ku, e.. lupa bawa STNK, mau naik VARIO, kalau si mbak yang boncengin aku malah senam jantung lah.. yaw udah naik BIS aja, biar aman, santai sambil ngumpi...he..
Makasih ya mbak, walaupun bakso pak kumis sudah tidak tahu pindah kemana? Tadi kita mengitari Matahari Simpanglima kok ya gak ketemu akhirnya ya bakso Pucang Gading aja deh.. he..he..
Tapi merasakan naik bis DAMRI yang sejuk juga nee... he..untung Pulan Pergi tidak mabok...
Ya, rencana cari Vitamin A dan periksa Mata di sebuah OPTIC.^-^
Namun yang menarik, dipertigaan Lampu Traffic Light Pucang Gading Penggaronkita menanti angkot. Seorang bapak yang buta sedang salah alamat. Maksud hati ke Peterongan kok malah jauh sekali sampai Pucang Gading.
Dari seberang kita mengamati, hanya mengacungkan tangan sambil mengetok-ngetokkan tongkatnya minta tolong jika ada angkot tolonglah berhenti. Mungkin begitu maksudnya.
Dan ternyata, betul ada angkot hanya si angkot tidak mau berhenti. Terus melaju.
Serempak kami hanya berteriak "PETERONGAN" sambil berpandangan. Tanpa menghitung, kami hanya bergandengan, mencoba memberhentikan semua kendaraan, bis ataupun truk yang melaju untuk menyeberang menghampiri si bapak buta di seberang sana.
"Mbak yus, yang cegat si angkot sana. Aku yang gandeng si bapak." Kami langsung membagi tugas.
Huff, lega akhirnya si bapak buta dapat angkot.
Kami pulang dengan perasaan lega. Sambil bersyukur. Kita tidak buta, sehingga bisa menikmati indahnya dunia ciptaan Tuhan. Walaupun kadangkala saat kita berada di tengah kondisi yang tidak selalu cerah, bahkan mungkin di tengah kondisi yang terasa sama sekali terasa gelap. Terimakasih Tuhan. Terimakasih KAU berikan pengalaman istimewa ini. Terimakasih Mbak YUS, mbakyu sekaligus sahabatku...
Kapan-kapan jalan-jalan lagi ya..he..he..^-^
Semarang, 2 Juli 2010
Setelah hampir 2 minggu tidak bertemu karena liburan dan sibuk di kegiatannya masing-masing.
Mau berangkat naik SMASH-ku, e.. lupa bawa STNK, mau naik VARIO, kalau si mbak yang boncengin aku malah senam jantung lah.. yaw udah naik BIS aja, biar aman, santai sambil ngumpi...he..
Makasih ya mbak, walaupun bakso pak kumis sudah tidak tahu pindah kemana? Tadi kita mengitari Matahari Simpanglima kok ya gak ketemu akhirnya ya bakso Pucang Gading aja deh.. he..he..
Tapi merasakan naik bis DAMRI yang sejuk juga nee... he..untung Pulan Pergi tidak mabok...
Ya, rencana cari Vitamin A dan periksa Mata di sebuah OPTIC.^-^
Namun yang menarik, dipertigaan Lampu Traffic Light Pucang Gading Penggaronkita menanti angkot. Seorang bapak yang buta sedang salah alamat. Maksud hati ke Peterongan kok malah jauh sekali sampai Pucang Gading.
Dari seberang kita mengamati, hanya mengacungkan tangan sambil mengetok-ngetokkan tongkatnya minta tolong jika ada angkot tolonglah berhenti. Mungkin begitu maksudnya.
Dan ternyata, betul ada angkot hanya si angkot tidak mau berhenti. Terus melaju.
Serempak kami hanya berteriak "PETERONGAN" sambil berpandangan. Tanpa menghitung, kami hanya bergandengan, mencoba memberhentikan semua kendaraan, bis ataupun truk yang melaju untuk menyeberang menghampiri si bapak buta di seberang sana.
"Mbak yus, yang cegat si angkot sana. Aku yang gandeng si bapak." Kami langsung membagi tugas.
Huff, lega akhirnya si bapak buta dapat angkot.
Kami pulang dengan perasaan lega. Sambil bersyukur. Kita tidak buta, sehingga bisa menikmati indahnya dunia ciptaan Tuhan. Walaupun kadangkala saat kita berada di tengah kondisi yang tidak selalu cerah, bahkan mungkin di tengah kondisi yang terasa sama sekali terasa gelap. Terimakasih Tuhan. Terimakasih KAU berikan pengalaman istimewa ini. Terimakasih Mbak YUS, mbakyu sekaligus sahabatku...
Kapan-kapan jalan-jalan lagi ya..he..he..^-^
Semarang, 2 Juli 2010
PANTI JOMPO
Mendampingi siswa MOS ( Masa Orientasi Siswa ) melakukan aksi sosial ke Panti Jompo hari ini.
Bersama Bp. Hadi Purnomo dan Ibu. Tentrem Rahayu.
Saya berkata pada bu Tentrem," Bu, besok nek aku tua gimana ya?" Kuteruskan, Wah, nek seperti ini cream apapun dan bedak termahal dan terbaik kualitasnya pun tak diperlukan lagi. ( Sambil menyempatkan diri bercermin pada cermin yang ada ketika lewat...^-^ )
Tapi bu Tentrem justru menjawab, "Semoga kita tidak berada di Panti Jompo, tapi masih hidup dalam kelauarga kita pas kita tua nanti." ( Wah, aku jadi mikir juga nee..^-^ )
Semua sudah tua dan renta, namun gurat cantik mbah putri dan gurat tampan mbah kakung masih tampak.
Namun, ternyata menurut staff dari Panti mereka ada yang benar-benar sudah "Tergantung" kepada orang lain. Karena sakit atau usia yang lebih dari 80 tahun.
Namun belajar dari sana :
Kita akan menjadi tua kalau Tuhan mengijinkan dan memberi kita umur yang panjang
Maka sebagai Refleksi :
"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji"
( Amsal 31 : 30 )
Dan bagi yang masih muda ingatlah bahwa,
,karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu,
( Pengkhotbah 11: 10b- 12:1a )
Puji Tuhan, lagi dan lagi... untuk sebuah pembelajaran yang istimewa ini.
Terimakasih pula untuk Papa & Mama ku yang masih ada, dan di masa tuanya ini masih mendampingi kami Diah Arumsasi, Wening Estiati, Karmelita Setyani dan Maria Quartina Ediyati. Bahkan terus berkarya tanpa keluh kesah. Paling tidak demi cucu tersayang mereka. Ryan, Kika, dan Satriyo.
Tak kan pernah terbalas jasamu.
Let it be Our Inspiration
Semarang, 13 Juli 2010.
By : Diah Arumsasi.
Bersama Bp. Hadi Purnomo dan Ibu. Tentrem Rahayu.
Saya berkata pada bu Tentrem," Bu, besok nek aku tua gimana ya?" Kuteruskan, Wah, nek seperti ini cream apapun dan bedak termahal dan terbaik kualitasnya pun tak diperlukan lagi. ( Sambil menyempatkan diri bercermin pada cermin yang ada ketika lewat...^-^ )
Tapi bu Tentrem justru menjawab, "Semoga kita tidak berada di Panti Jompo, tapi masih hidup dalam kelauarga kita pas kita tua nanti." ( Wah, aku jadi mikir juga nee..^-^ )
Semua sudah tua dan renta, namun gurat cantik mbah putri dan gurat tampan mbah kakung masih tampak.
Namun, ternyata menurut staff dari Panti mereka ada yang benar-benar sudah "Tergantung" kepada orang lain. Karena sakit atau usia yang lebih dari 80 tahun.
Namun belajar dari sana :
Kita akan menjadi tua kalau Tuhan mengijinkan dan memberi kita umur yang panjang
Maka sebagai Refleksi :
"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji"
( Amsal 31 : 30 )
Dan bagi yang masih muda ingatlah bahwa,
,karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan. Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu,
( Pengkhotbah 11: 10b- 12:1a )
Puji Tuhan, lagi dan lagi... untuk sebuah pembelajaran yang istimewa ini.
Terimakasih pula untuk Papa & Mama ku yang masih ada, dan di masa tuanya ini masih mendampingi kami Diah Arumsasi, Wening Estiati, Karmelita Setyani dan Maria Quartina Ediyati. Bahkan terus berkarya tanpa keluh kesah. Paling tidak demi cucu tersayang mereka. Ryan, Kika, dan Satriyo.
Tak kan pernah terbalas jasamu.
Let it be Our Inspiration
Semarang, 13 Juli 2010.
By : Diah Arumsasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
